Ketimun Bersihkan Ginjal...


Buah ketimun mengandung silicon, fluorin dan kalium, dan sebaliknya, redah kalori, sehingga mampu membantu merangsang ginjal untuk membuang sisa metabolisme dan deposit lemak di dalam tubuh. Cara mendapatkan manfaat ini mudah saja, yakni dengan mengkonsumsi air perasan buah ketimun segar. Lakukan setiap hari, sampai lambung terbiasa menerima cairan ketimun.

Selain sebagai pembersih ginjal, ketimun memiliki banyak manfaat lain. Satu buah ketimun segar, umumnya mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak dan 2,2% karbohidrat. Selain itu ketimun juga mengandung zat bermanfaat lainnya, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C.

Biji ketimun diketahui mengandung racun alkaloid jenis hipoxanti yang dapat mengobati penyakit cacingan. Biji ketimun juga diyakini mampu meredakan radang tenggorokan, akibat batuk yang diikuti dengan hilangnya suara. Caranya, cukup dengan mencampurkan biji ketimun dengan sedikit garam dan dikumur selama beberapa kali sehari.

Ketimun juga bisa digunakan untuk mengompres saat Anda atau anak Anda demam. Tak perlu menambahkan es, karena buah ketimun sudah memberikan rasa dingin yang dibutuhkan untuk mendinginkan tubuh yang panas akibat demam.

Jus ketimun yang segar dan berguna untuk kesehatan, juga dapat merawat kulit dari kudis. Tak heran kalau ketimun dijadikan sebagai masker muka, sebab selain melembabkan, ketimun membantu kulit menjadi halus dan mulus.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan khasiat ketimun:

1. Mengurangi tekanan darah tinggi.
Dua buah ketimun segar dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutannya diperas dan disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

2. Mengobati sariawan
Makan buah ketimun mentah sebagai camilan, lakukan secara rutin setiap hari.

3. Mengatasi bengkak di sekitar mata
Mata bengkak karena tidur terlalu larut atau mata lelah akibat bekerja di depan komputer terlalu lama. Caranya, iris tipis ketimun dan taruhlah di kedua mata, lakukan sambil berbaring selama 15 menit. Lalu bilas.

Sumber:SMcyber

Jangan Lewatkan Sarapan!!


Sesibuk apapun Anda di pagi hari, jangan pernah lewatkan sarapan. Menurut peneliti dari Imperial College London, melewatkan sarapan pagi justru akan membuat kita banyak mengasup kalori setelahnya. Hal ini terjadi karena otak akan mengira kita sengaja tidak sarapan karena ingin makanan yang tinggi kalori.

Kesimpulan tersebut dibuat setelah dilakukan penelitian dengan cara melihat functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk mengetahui bagaimana pola makan berpengaruh pada pusat hasil di otak, yang berperan dalam kesenangan dan bagaimana tubuh merespons. Dengan alat ini peneliti bisa melihat bagaimana sirkulasi darah dalam merespons aktivitas otak.


Tim peneliti meminta 20 orang sehat untuk melakukan tes fMRI. Pada tes yang pertama, mereka tidak boleh sarapan. Kemudian, mereka diminta melihat foto makanan yang tinggi kalori, seperti pizza, cake, atau cokelat. Demikian juga makanan yang kaya serat, seperti sayur dan buah.


Ternyata, otak lebih aktif saat para responden melihat makanan yang tinggi kalori. Pada tes kedua, responden diminta untuk sarapan sebelum tes fMRI. Ternyata pusat bagian "hasil" pada otak tidak begitu aktif saat responden diperlihatkan gambar makanan berkalori tinggi.


Perut yang kosong akan membuat gula darah menurun dan mengganggu aliran oksigen ke otak. Akibatnya, kita jadi sulit berkonsentrasi, lemas, dan kepala pening. Jadi, jangan pernah lewatkan sarapan.

Sumber:SMcyber.

Kurma,obati hipertensi plus tambah keperkasaan..



Walaupun kurma bukan buah asli Indonesia, buah ini sudah populer di kalangan masyarakat kita. Namun, apakah manfaat kurma sepopuler orang mengenal buah asal Timur Tengah ini?


“Ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari buah kurma ini,” kata ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Hardiansyah MS, kepada Kompas.com.


Menurut Hardiansyah, kurma kaya akan kandungan kalium. Zat ini mampu menekan natrium (garam) berlebih yang biasa dialami penderita hipertensi. “Penderita hipertensi harus banyak mengonsumsi kalium, karena di dalam tubuhnya banyak terdapat natrium,” ungkapnya.


Untuk mencukupi kalium dalam sehari, lanjut Hardiansyah, kita cukup mengonsumsi kurma sebanyak 5 buah saja. “Dengan makan segitu, selain kebutuhan kalium terpenuhi juga dapat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot,” tuturnya.


Lebih lanjut ia mengatakan bahwa berdasar suatu penelitian, di dalam kurma terdapat sejenis hormon yang bernama oksitasin. “Ada beberapa manfaat dari oksitasin ini, yakni membantu memperlancar persalinan, meningkatkan produksi air susu ibu, dan meningkatkan kemampuan seksual baik untuk perempuan maupun laki-laki,” papar Hardiansyah.


Selain itu, tambahnya, zat potusin yang sangat membantu dalam menyembuhkan luka ternyata juga ada di dalam kurma. Hal ini menarik karena terkait dengan penyembuhan luka pada perempuan yang baru saja melahirkan. “Semakin cepat sang istri pulih pasti akan membuat suami bahagia,” katanya dengan nada bercanda.


Tidak berhenti di situ, kurma juga bisa mengobati mereka yang sakit anemia dan demam berdarah. Anemia adalah keadaan di mana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. “Kurma dapat membantu menambah hemoglobin sampai ke angka normal,” ungkap Hardiasyah.Sedangkan untuk penderita demam berdarah, yang mengalami penurunan jumlah trombosit atau keping darah, juga bisa dibantu mengembalikan kondisinya dengan mengonsumsi buah ini.


Menurut Hardiansyah, untuk meningkatkan hemoglobin dan trombosit, buah kurma lebih baik dikonsumsi dalam bentuk jus. Buah kurma seberat 500 gram dijus dengan 1 liter air. Diminum satu gelas tiap satu atau dua jam sekali, tergantung tingkat kebutuhannya. “Dosis semakin diturunkan jika kondisi membaik,” tuturnya.


Terakhir, buah ajaib ini juga mengandung zat sililiat, zat yang biasa ada dalam aspirin. Hal inilah yang membuat orang yang mengonsumsi kurma terbantu dalam meningkatkan kerja otak. “Selain itu juga bisa membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi risiko hipertensi dan penyakit jantung,” kata dia.


Sumber:Kompas.com

Diabetes dan Mata


Diabetes melitus (DM) atau kecing manis adalah penyakit yang sering diderita dan dapat menyebabkan kelainan yang cukup serius pada mata yaitu. RETINOPATI DIABETIKA (RD). Dinegara maju RETINOPATI DIBAETIKA (RD) ini merupakan salah satu penyebab kebutaan utama pada usia produktif. Resiko kebutaan akan semakin meningkat sejalan dengan lamanya menderita DM, Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mengenal lebih baik komplikasi DM pada mata dan menegtahui usaha0usaha apa saja yang dapat dilakukan, sehingga dapat mengurangi resiko kebutaan karena RETINOPATI DIABETIKA.

APAKAH SEMUA PENDERITA DM TIMBUL KOMPLIKASI ?

Penelitian menemukan bahwa lamanya menderita DM dalah faktor penting untuk resiko terjadinya RD. DM selama 17-25 tahun punya resiko 90 % untuk terjadinya RETINOPATI DIBAETIKA (RD) . Faktor-fakto yang merupakan faktor resiko adalah Hipertensi, Merokok, penyakit ginjal dan anemia. Diabetes dapat menyebabkan beberapa penyakit mata lainnya seperti katarak dan galukoma.

BAGAIMANA RETINOPATI DIBAETIKA (RD) SEBABKAN KEBUTAAN ?

RETINOPATI DIBAETIKA (RD) dapat menyebabkan kebutaan melalui beberapa meknisme, yaitu : - Kebocoran plasma darah retina yang rusak, sehingga menyebabkan pembengkakan dan kerusakan. - Perdarahan kedalam rongga Vitreus, sehingga menutupi jalannya sinar. - Pembentukan jaringan parut dirongga vitreus sehingga dapat menyebabkan ablasio retina. - Penurunan aliran darah keretina sentral (makula iskemik).
MACAM-MACAM RETINOPATI DIBAETIKA (RD) :

1. RETINOPATI DIBAETIKA (RD) NONPOLIPERATIF
2. RETINOPATI DIBAETIKA (RD) PROLIFERATIF

APAKAH RETINOPATI DIBAETIKA (RD) DAPAT TERKONTROL ?
Kontrol ketat kadar gula darah mengurangi progresitifitas RETINOPATI DIBAETIKA (RD) . Tekanan darah yang terkontrol baik dan fungsi ginjal yang baik dapat juga turut memperbaiki keadaan retinopati.
APAKAH PENGOBATAN LASER DAPAT MENGOBATI RETINOPATI DIBAETIKA (RD) ?
Pengobatan laser sangat penting, tujuan laser adalah untuk menstabilkan dan mencegah progresitifitas penyakit menjadi lebih buruk. Hal yang sangat penting adalah bahwa pengobatan laser tidak selalu memperbaiki jaringan penglihatan. Komplikasi laser dangat jarang terjadi, biasanya timbul rasa tidak nyaman dan arasa silau. Kadang0kadang timbul penurunan penglihatan segera setalh dilakukan laser. Komplikasi lain adalah pendarahan dingin, Makula terkena laser, Glaukoma, Pembengkakan Makula, Penurunan penglihatan Perifer baca dan penurunan penglihatan malam.

KAPAN TINDAKAN OPERASI PERLU DILAKUKAN PADA RETINOPATI DIBAETIKA (RD) ?
Tindakan operasi perlu dilakukan pada keadaan-keadaan sbb : - Perdarah Viterus lama, biasanya setealh 4-6 minggu darah tidak diserap. - Terdapat pelepasan, lapisan retina, terutama yang mengenai daerah makula. - Adanya komplikasi glaukoma.
- Infeksi
- Pelepasn Retina (2-3 %)
- Perdarahan ulang sampai 50 %

APA PERAN PENDERITA ?
- Menjaga kadar gula darah terkontrol
- Tidak merokok
- Mengurangi gerakan-gerakn yang dapat menyebabkan perdarahan
- Kontrol mata secara teratur.
- Penglihatan penderita Diabetes Melitus biasanya dapat diselamatkan.
- RETINOPATI DIBAETIKA (RD) dapat terjadi tanpa memberikan gejala
- Deteksi dini adalah untuk mencegah dari kebutaan.
- Pengobatan laser dan operasi dapat sangat efektif pada pengobatan RETINOPATI DIBAETIKA (RD) .

Anti Aritmia

Denyut jantung yang tidak normal disebut aritmia yang berupa braikardi ( frekuensi denyut kurang dari 60 kali tiap menit) atau takikardi (denyut lebih dari 120 kali tiap menit). Penyebab aritmia bermacam-macam antara lain bawaan sejak lahir, penyakit jantung koroner, dan gangguan jantung yang lain,atau karena penyebab khusus seperti hipertiroid atau karena efek obat antikolinergik.

Gangguan ritme jantung sering terjadi, namun tidak selalu memerlukan pengobatan, namun jika mempengaruhi efektifitas pompa jantung, pengobatan baru diperlukan. Obat yang dipakai dapat single dose, pada saat terjadi serangan atau diminum teratur untuk mencegah terjadinya serangan.
Banyak sekali jenis obat yang digunakan sebagai antiaritmia, antara lain digitalis, beta bloker, dan kalsium bloker, selain itu juga dapat menggunakan obat seperti lidokain, disopiramide, prokainamid, dan quinidin. Semua antiaritmia tersebut mempengaruhi signal listrik pada jantung, tetapi tiap-tiap obat atau golongan memepngaruhinya dengan jalan yang berbeda-beda. Digitalis menghambat(mengurangi) impuls listrik pada AV node, beta bloker mengurangi kemampuan tranmisi elektrik dari pace maker, kalsium bloker mengurangi kontraksi otot jantung. Obat-obat lain seperti quinidin dan disopiramid menurunkan kepekaan sel-sel otot jantung terhadap impuls listrik.
Obat-obat yang sering digunakan untuk aritmia :
  • Beta bloker
  • Penghambat Kanal Kalsium
  • Digoksin
  • Obat-obat lain, seperti disopiramide, lidokain, quinidin dan prokainamid.

Sumber:Farmakologi Dasar

Analgetik Narkotik

Analgetik merupakan obat yang digunakan untuk menghilangkan nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. nyeri perlu dihilangkan jika telah mengganggu aktifitas tubuh. nyeri juga sebenarnya berfungsi sebagai tanda adanya penyakit atau kelainan dalam tubuh dan merupakan proses dari penyembuhan ( inflamasi ).

Ada dua jenis analgetik, analgetik narkotik dan analgetik non narkotik. Selain berdasarkan struktur kimianya, pembaian di atas juga didasarkan pada nyeri yang dapat dihilangkan. analgetik narkotik dapat menghilangkan nyeri dari derajat sedang sampai hebat (berat), seperti karena infark jantung, operasi (terotong), viseral (organ), dan nyeri karena kanker.
Analgetik non narkotik berasal dari golongan anti inflamasi non steroid (AINS) yang menghilangkan rasa nyeri ringan sampai sedang. Disebut AINS karena selain sebagai analgetik, sebagian anggotanya memiliki efek antiinflamasi dan penurun panas (antipiretik), dan secara kimiawi bukan steroid. Oleh karena itu AINS sering disebut (analgetik, antipiretik dan antiinflamasi) atau 3A.
Minimal ada 4 perbedaan antara AINS dengan analgetik narkotik, yakni :
  • Struktur kimianya tidak mirip morfin, bahkan masing-masing golongan AINS juga tidak mirip.
  • Tidak efektif untuk nyeri hebat, nyeri viseral, dan nyeri terpotong.
  • Bekerja secara sentral (SSP) dan atau perifer.
  • Tidak menimbulkan toleransi dan addiksi (ketergantungan).

ANALGETIK NARKOTIK

Analgetik narkotik merupakan turunan opium yang berasal dari tumbuhan Papaver somiferum atau dari senyawa sintetik. Analgetik ini digunakan untuk meredakan nyeri sedang sampai hebat dan nyeri yang bersumber dari prgan viseral. Penggunaan berulang dan tidak sesuai aturan dapat menimbulkan toleransi dan ketergantungan. Toleransi ialah adanya penurunan efek, sehingga untuk mendapatkan efek seperti semula perlu peningkatan dosis. Krena dapat menimbulkan ketergantungan, obat golongan ini diawasi secara ketat dan hanya untuk nyeri yang tidak dapat diredakan oleh AINS.

Nyeri minimal disebabkan oleh 2 hal, yaitu iritasi lokal (menstimuli saraf perifer) dan adanya persepsi(pengenalan) nyeri oleh SSP. Pngenalan nyeri bersifat psikologis terhadap adanya nyeri lokal yang disampaikan ke SSP. Analgetik Narkotik engurangi nyeri dengan menurunkan persepsi nyeri atau menaikan nilai ambang rasa sakit. analgetik narkotik tidak mempengaruhi saraf perifer, nyeri tetap ada tetapi dapat diabaikan atau pasien dapat mentolerirnya. Untuk mendapatkan efek yang maksimal analgetik narkotik harus diberikan sebelum nyeri yang hebat datang, seperti sebelum tindakan bedah.

Semua analgetik narkotik dapat mengurangi nyeri yang hebat,tetapi potensi, onzet, dan efek sampingnya berbeda-beda secara kualitatif maupun kuantitatif. Efek samping yang paling sering adalah mual, muntah, konstipasi, dan ngantuk. Dosis yang besar dapat menyebabkan hipotensi serta depresi pernafasan.

Morfina dan petidin merupakan analgetik narkotik yang paling banyak dipakai untuk nyeri hebat walaupun menimbulkan mual dan muntah. Obat ini di Indonesia tersedia dalam bentuk injeksi dan masih merpakan standar yang digunakan sebagai pembanding bagi analgetik narkotika lainnya. Selain menghilangkan nyeri, morfin dapat menimbulkan euforia dan gangguan mental. Berikut adalah contoh analgetik narkotik yang sampai sekarang masih digunakan di Indonesia :

  • morfin HCl,
  • Kodein(tunggal atau kombinasi dengan parasetamol)
  • fentanil HCl
  • Petidin, dan
  • Tramadol

Khusus untuk tramadol secara kimiawi memang tegolong narkotik tetapi menurut undang-undang tidak, karena kemungkinan menimbulkan ketergantungan kecil.

Sumber : Farmakologi Dasar

Kulit Anggur Bikin Awet Muda

Mengonsumsi anggur ternyata bisa membuat kita awet muda. Sebab, di dalam kulit anggur terdapat zat yang bernama plavonoid. "Zat ini semacam antioksidan yang kadarnya lebih tinggi daripada antioksidan yang terdapat dalam vitamin C," kata ahli kesehatan gizi masyarakat Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ali Khomsan, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7).

Ali mengatakan, masyarakat kota seperti Jakarta lebih terancam terkena penuaan dini karena banyak terpapar polusi udara. Zat-zat beracun yang tersebar dalam udara tersebut menimbulkan oksidasi atau proses terjadinya kerusakan sel tubuh.

"Untuk mencegah terjadinya aksidasi ini, diperlukan antioksidan. Kulit anggur selain mengandung serat juga merupakan sumber antioksidan," ungkap Ali.

Menurut Ali, sebagian masyarakat mengupas kulit anggur sebelum memakannya. Ini dikarenakan anggur dalam negeri kulitnya lebih tebal daripada anggur impor. "Melihat manfaat kulit anggur yang baik, baik makan anggur lokal ataupun impor kulitnya tetap dimakan saja," tuturnya.

Terkait dengan ancaman pestisida yang ada di kulit buah, Ali mengatakan, tidak perlu khawatir. Pestisida sudah ada yang larut air, maka sebelum mengonsumsi buah, termasuk anggur, cucilah dengan air mengalir sambil digosok. Berapa banyak mengonsumsi anggur?

"Intinya, tiap hari kita mesti makan buah dua porsi dan bervariasi tiap hari. Untuk anggur, 1 porsi setara dengan 6-8 buah anggur. Tidak perlu tiap hari. Tiap hari makan tidak dilarang, tapi anggur mahal kan?" tuturnya.
Sumber:Kompas.com