Showing posts with label Artikel Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Kesehatan. Show all posts

Ketimun Bersihkan Ginjal...


Buah ketimun mengandung silicon, fluorin dan kalium, dan sebaliknya, redah kalori, sehingga mampu membantu merangsang ginjal untuk membuang sisa metabolisme dan deposit lemak di dalam tubuh. Cara mendapatkan manfaat ini mudah saja, yakni dengan mengkonsumsi air perasan buah ketimun segar. Lakukan setiap hari, sampai lambung terbiasa menerima cairan ketimun.

Selain sebagai pembersih ginjal, ketimun memiliki banyak manfaat lain. Satu buah ketimun segar, umumnya mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak dan 2,2% karbohidrat. Selain itu ketimun juga mengandung zat bermanfaat lainnya, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C.

Biji ketimun diketahui mengandung racun alkaloid jenis hipoxanti yang dapat mengobati penyakit cacingan. Biji ketimun juga diyakini mampu meredakan radang tenggorokan, akibat batuk yang diikuti dengan hilangnya suara. Caranya, cukup dengan mencampurkan biji ketimun dengan sedikit garam dan dikumur selama beberapa kali sehari.

Ketimun juga bisa digunakan untuk mengompres saat Anda atau anak Anda demam. Tak perlu menambahkan es, karena buah ketimun sudah memberikan rasa dingin yang dibutuhkan untuk mendinginkan tubuh yang panas akibat demam.

Jus ketimun yang segar dan berguna untuk kesehatan, juga dapat merawat kulit dari kudis. Tak heran kalau ketimun dijadikan sebagai masker muka, sebab selain melembabkan, ketimun membantu kulit menjadi halus dan mulus.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan khasiat ketimun:

1. Mengurangi tekanan darah tinggi.
Dua buah ketimun segar dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutannya diperas dan disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

2. Mengobati sariawan
Makan buah ketimun mentah sebagai camilan, lakukan secara rutin setiap hari.

3. Mengatasi bengkak di sekitar mata
Mata bengkak karena tidur terlalu larut atau mata lelah akibat bekerja di depan komputer terlalu lama. Caranya, iris tipis ketimun dan taruhlah di kedua mata, lakukan sambil berbaring selama 15 menit. Lalu bilas.

Sumber:SMcyber

Jangan Lewatkan Sarapan!!


Sesibuk apapun Anda di pagi hari, jangan pernah lewatkan sarapan. Menurut peneliti dari Imperial College London, melewatkan sarapan pagi justru akan membuat kita banyak mengasup kalori setelahnya. Hal ini terjadi karena otak akan mengira kita sengaja tidak sarapan karena ingin makanan yang tinggi kalori.

Kesimpulan tersebut dibuat setelah dilakukan penelitian dengan cara melihat functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk mengetahui bagaimana pola makan berpengaruh pada pusat hasil di otak, yang berperan dalam kesenangan dan bagaimana tubuh merespons. Dengan alat ini peneliti bisa melihat bagaimana sirkulasi darah dalam merespons aktivitas otak.


Tim peneliti meminta 20 orang sehat untuk melakukan tes fMRI. Pada tes yang pertama, mereka tidak boleh sarapan. Kemudian, mereka diminta melihat foto makanan yang tinggi kalori, seperti pizza, cake, atau cokelat. Demikian juga makanan yang kaya serat, seperti sayur dan buah.


Ternyata, otak lebih aktif saat para responden melihat makanan yang tinggi kalori. Pada tes kedua, responden diminta untuk sarapan sebelum tes fMRI. Ternyata pusat bagian "hasil" pada otak tidak begitu aktif saat responden diperlihatkan gambar makanan berkalori tinggi.


Perut yang kosong akan membuat gula darah menurun dan mengganggu aliran oksigen ke otak. Akibatnya, kita jadi sulit berkonsentrasi, lemas, dan kepala pening. Jadi, jangan pernah lewatkan sarapan.

Sumber:SMcyber.

Kurma,obati hipertensi plus tambah keperkasaan..



Walaupun kurma bukan buah asli Indonesia, buah ini sudah populer di kalangan masyarakat kita. Namun, apakah manfaat kurma sepopuler orang mengenal buah asal Timur Tengah ini?


“Ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari buah kurma ini,” kata ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Hardiansyah MS, kepada Kompas.com.


Menurut Hardiansyah, kurma kaya akan kandungan kalium. Zat ini mampu menekan natrium (garam) berlebih yang biasa dialami penderita hipertensi. “Penderita hipertensi harus banyak mengonsumsi kalium, karena di dalam tubuhnya banyak terdapat natrium,” ungkapnya.


Untuk mencukupi kalium dalam sehari, lanjut Hardiansyah, kita cukup mengonsumsi kurma sebanyak 5 buah saja. “Dengan makan segitu, selain kebutuhan kalium terpenuhi juga dapat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot,” tuturnya.


Lebih lanjut ia mengatakan bahwa berdasar suatu penelitian, di dalam kurma terdapat sejenis hormon yang bernama oksitasin. “Ada beberapa manfaat dari oksitasin ini, yakni membantu memperlancar persalinan, meningkatkan produksi air susu ibu, dan meningkatkan kemampuan seksual baik untuk perempuan maupun laki-laki,” papar Hardiansyah.


Selain itu, tambahnya, zat potusin yang sangat membantu dalam menyembuhkan luka ternyata juga ada di dalam kurma. Hal ini menarik karena terkait dengan penyembuhan luka pada perempuan yang baru saja melahirkan. “Semakin cepat sang istri pulih pasti akan membuat suami bahagia,” katanya dengan nada bercanda.


Tidak berhenti di situ, kurma juga bisa mengobati mereka yang sakit anemia dan demam berdarah. Anemia adalah keadaan di mana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. “Kurma dapat membantu menambah hemoglobin sampai ke angka normal,” ungkap Hardiasyah.Sedangkan untuk penderita demam berdarah, yang mengalami penurunan jumlah trombosit atau keping darah, juga bisa dibantu mengembalikan kondisinya dengan mengonsumsi buah ini.


Menurut Hardiansyah, untuk meningkatkan hemoglobin dan trombosit, buah kurma lebih baik dikonsumsi dalam bentuk jus. Buah kurma seberat 500 gram dijus dengan 1 liter air. Diminum satu gelas tiap satu atau dua jam sekali, tergantung tingkat kebutuhannya. “Dosis semakin diturunkan jika kondisi membaik,” tuturnya.


Terakhir, buah ajaib ini juga mengandung zat sililiat, zat yang biasa ada dalam aspirin. Hal inilah yang membuat orang yang mengonsumsi kurma terbantu dalam meningkatkan kerja otak. “Selain itu juga bisa membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi risiko hipertensi dan penyakit jantung,” kata dia.


Sumber:Kompas.com

Diabetes dan Mata


Diabetes melitus (DM) atau kecing manis adalah penyakit yang sering diderita dan dapat menyebabkan kelainan yang cukup serius pada mata yaitu. RETINOPATI DIABETIKA (RD). Dinegara maju RETINOPATI DIBAETIKA (RD) ini merupakan salah satu penyebab kebutaan utama pada usia produktif. Resiko kebutaan akan semakin meningkat sejalan dengan lamanya menderita DM, Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mengenal lebih baik komplikasi DM pada mata dan menegtahui usaha0usaha apa saja yang dapat dilakukan, sehingga dapat mengurangi resiko kebutaan karena RETINOPATI DIABETIKA.

APAKAH SEMUA PENDERITA DM TIMBUL KOMPLIKASI ?

Penelitian menemukan bahwa lamanya menderita DM dalah faktor penting untuk resiko terjadinya RD. DM selama 17-25 tahun punya resiko 90 % untuk terjadinya RETINOPATI DIBAETIKA (RD) . Faktor-fakto yang merupakan faktor resiko adalah Hipertensi, Merokok, penyakit ginjal dan anemia. Diabetes dapat menyebabkan beberapa penyakit mata lainnya seperti katarak dan galukoma.

BAGAIMANA RETINOPATI DIBAETIKA (RD) SEBABKAN KEBUTAAN ?

RETINOPATI DIBAETIKA (RD) dapat menyebabkan kebutaan melalui beberapa meknisme, yaitu : - Kebocoran plasma darah retina yang rusak, sehingga menyebabkan pembengkakan dan kerusakan. - Perdarahan kedalam rongga Vitreus, sehingga menutupi jalannya sinar. - Pembentukan jaringan parut dirongga vitreus sehingga dapat menyebabkan ablasio retina. - Penurunan aliran darah keretina sentral (makula iskemik).
MACAM-MACAM RETINOPATI DIBAETIKA (RD) :

1. RETINOPATI DIBAETIKA (RD) NONPOLIPERATIF
2. RETINOPATI DIBAETIKA (RD) PROLIFERATIF

APAKAH RETINOPATI DIBAETIKA (RD) DAPAT TERKONTROL ?
Kontrol ketat kadar gula darah mengurangi progresitifitas RETINOPATI DIBAETIKA (RD) . Tekanan darah yang terkontrol baik dan fungsi ginjal yang baik dapat juga turut memperbaiki keadaan retinopati.
APAKAH PENGOBATAN LASER DAPAT MENGOBATI RETINOPATI DIBAETIKA (RD) ?
Pengobatan laser sangat penting, tujuan laser adalah untuk menstabilkan dan mencegah progresitifitas penyakit menjadi lebih buruk. Hal yang sangat penting adalah bahwa pengobatan laser tidak selalu memperbaiki jaringan penglihatan. Komplikasi laser dangat jarang terjadi, biasanya timbul rasa tidak nyaman dan arasa silau. Kadang0kadang timbul penurunan penglihatan segera setalh dilakukan laser. Komplikasi lain adalah pendarahan dingin, Makula terkena laser, Glaukoma, Pembengkakan Makula, Penurunan penglihatan Perifer baca dan penurunan penglihatan malam.

KAPAN TINDAKAN OPERASI PERLU DILAKUKAN PADA RETINOPATI DIBAETIKA (RD) ?
Tindakan operasi perlu dilakukan pada keadaan-keadaan sbb : - Perdarah Viterus lama, biasanya setealh 4-6 minggu darah tidak diserap. - Terdapat pelepasan, lapisan retina, terutama yang mengenai daerah makula. - Adanya komplikasi glaukoma.
- Infeksi
- Pelepasn Retina (2-3 %)
- Perdarahan ulang sampai 50 %

APA PERAN PENDERITA ?
- Menjaga kadar gula darah terkontrol
- Tidak merokok
- Mengurangi gerakan-gerakn yang dapat menyebabkan perdarahan
- Kontrol mata secara teratur.
- Penglihatan penderita Diabetes Melitus biasanya dapat diselamatkan.
- RETINOPATI DIBAETIKA (RD) dapat terjadi tanpa memberikan gejala
- Deteksi dini adalah untuk mencegah dari kebutaan.
- Pengobatan laser dan operasi dapat sangat efektif pada pengobatan RETINOPATI DIBAETIKA (RD) .

Kulit Anggur Bikin Awet Muda

Mengonsumsi anggur ternyata bisa membuat kita awet muda. Sebab, di dalam kulit anggur terdapat zat yang bernama plavonoid. "Zat ini semacam antioksidan yang kadarnya lebih tinggi daripada antioksidan yang terdapat dalam vitamin C," kata ahli kesehatan gizi masyarakat Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ali Khomsan, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7).

Ali mengatakan, masyarakat kota seperti Jakarta lebih terancam terkena penuaan dini karena banyak terpapar polusi udara. Zat-zat beracun yang tersebar dalam udara tersebut menimbulkan oksidasi atau proses terjadinya kerusakan sel tubuh.

"Untuk mencegah terjadinya aksidasi ini, diperlukan antioksidan. Kulit anggur selain mengandung serat juga merupakan sumber antioksidan," ungkap Ali.

Menurut Ali, sebagian masyarakat mengupas kulit anggur sebelum memakannya. Ini dikarenakan anggur dalam negeri kulitnya lebih tebal daripada anggur impor. "Melihat manfaat kulit anggur yang baik, baik makan anggur lokal ataupun impor kulitnya tetap dimakan saja," tuturnya.

Terkait dengan ancaman pestisida yang ada di kulit buah, Ali mengatakan, tidak perlu khawatir. Pestisida sudah ada yang larut air, maka sebelum mengonsumsi buah, termasuk anggur, cucilah dengan air mengalir sambil digosok. Berapa banyak mengonsumsi anggur?

"Intinya, tiap hari kita mesti makan buah dua porsi dan bervariasi tiap hari. Untuk anggur, 1 porsi setara dengan 6-8 buah anggur. Tidak perlu tiap hari. Tiap hari makan tidak dilarang, tapi anggur mahal kan?" tuturnya.
Sumber:Kompas.com

Begadang Faktor Kanker Payudara dan Prostat!!!

DUNDEE/AMSTERDAM, – Lagu “Begadang Jangan Begadang” -nya Rhoma Irama nampaknya ada benarnya. Begadang bukan hanya tak ada gunanya, tapi juga memicu kanker. Kenapa bisa begitu? Badan kesehatan dunia WHO baru saja mengeluarkan surat rekomendasi kepada begara anggota PBB untuk menilik kembali peraturan shift malam warganya.

Sel Rusak
Sebuah riset yang berlangsung dari 1987 oleh ahli kanker Steve Richards menunjukkan korelasi antara kerja malam dan kemungkinan menderita kanker. Orang-orang yang bekerja di malam hari hingga subuh atau pagi hari ternyata memiliki ketidakseimbangan hormon yang akhirnya mempengaruhi sistem kekebalan tubuh khususnya pada perkembangan sel-sel rusak yang seharusnya dihancurkan oleh sel-sel imun.

Pada tubuh normal, yakni waktu kerja pagi-sore, siklus metabolisme tubuh akan meningkat di pagi hari dan mulai menurun hingga malam hari. Saat seseorang memaksakan untuk terjaga di malam hari, tubuh akan memompa darah sebanyak mungkin dan mendorong sistem imun untuk meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh seperti sel T dan CD4. Bila ‘pemaksaan’ ini dilakukan satu-dua kali, tubuh masih dapat memberikan toleransi tetapi saat menjadi kebiasaan, siklus tubuh yang diatur oleh jam biologis otak (circadian time clock) akan berubah dari default (pagi-sore) menjadi sore-pagi. Ini membuat kekebalan tubuh menurun di pagi hari dimana bibit penyakit dan bahan-bahan karsinogenik bertebaran di udara akibat perubahan suhu dan angin. Hasil riset ini dipublikasikan dalam The Lancet Oncology bulan ini.


Nah, bagaimana dengan Anda? Sering begadang atau dapat shift malam?Disarikan dan dikembangkan dari:
http://www.nu.nl/news/1337688/83/%27Nachtdienst_verhoogt_kans_op_kanker%27.htmlKredit foto: blog.turtle.com.tw

sumber:netsains

Bermanfaat atau Berbahaya sih Alkohol?

Alkohol berbahaya buat tubuh kita. Tapi ada juga yang bilang kalau sedikit saja akan bagus buat kesehatan. Lalu ada yang bilaganggur merah itu bagus. Nah, bingung deh kita. Yang jelas pemerintah Inggris sampau mengeluarkan panduan bahwa warganya jangan sampai mengonsumsi alkohol lebih dari 21 atau 14 satuan minumab beralkohol tiap minggunya
Sebuah studi yang diselenggarakan Million Women melaporkan bahwa minum alkohol segelas sekali dalam seminggu meningkatkan risiko terserang kanker payudara, tenggorokan dan liver.
Apa ya hubungan kanker dengan alkohol?
Itulah yang diteliti oleh para ilmuwan. Mereka sesungguhnya juga belum paham benar mengapa kita mengalami hangover saat kita kebanyakan minum alkohol, apalagi bagaimana alkohol bisa memicu kanker. Pada percobaan di lab, dosis tinggi alkohol justru bisa menikkan harapan usia hidup tikus.Jika diteliti, alkohol bermetabolis dalam tubuh menjadi komponen beracun, tapi bagaimana komponen ini merusak tubuh juga masih belum diketahui.

Sejak faktor genetika, gender dan usia berperan besar dalam bagaimana kita berinteraksi dengan alkohol, dosis yang aman bagi seseorang ternyata tak berlaku buat yang lainnya.
Sesungguhnya hubungan antara alkohol dengan kanker sudah dideteksi sejak 100 tahun lalu. Tapi karena masih menjadi misteri dalam sains, maka tak ada keyakinan pasti tentang apakah alkohol berbahaya atau berguna. Bahkan ada pecandu alkohol yang membenarkan tindakannya dengan alasan alkohol bagus bagi kesehatan.

“Ada mitos yang mengatakan bahwa anggur merah bagus buat tubuh kita,” jelas Profesor Valerie Beral dari University of Oxford. Padahal secara ilmiah belum ada buktinya.
Berlawanan
Namun sesama ilmuwan pun menyanggah pernyataan itu. Profesor Roger Corder penulis buku The Red Wine Diet, tidak setuju dengannya. “Riset kami mengidentifikasi kelompok kandungan kimia bernama procyanadins yang merupakan polyphenols,, komponen kunci pencegah penyakit jantung,” kata Corder.

Polyphenols, dikenal sebagai antioksidan yang ditemukan dalam kulit anggur merah. “Dalam dosis tinggi, bahan ini bisa memperpanjang usia tikus. Tapi harus dalam dosis sangat tinggi untuk manusia,”jelasnya. Artinya kalau untuk manusia bisa ribuan liter anggur. Tapi menurutnya cukup dua gelas kecil anggur merah sehari sudah baik bagi kesehatan.

Nah, makin bingung kan apakah alkohol itu berbahaya atau bermanfaat? Kita tunggu saja studi lanjutannya sebelum memutuskan apa mau menenggaknya banyak-banyak.
Diterjemahkan secara bebas dari BBC Online.
Sumber:netsains.com

Obat Baru, Dorong yang Obesitas untuk Bergerak

Obesitas merugikan kesehatan karena mengundang berbagai penyakit, pastinya Anda sudah tahu. Tapi, seringkali pengetahuan ini tidak cukup untuk mendorong seseorang melakukan aktivitas fisik. Mungkin Anda sadar akan bahaya obesitas dan berniat berolahraga. Akan tetapi, niat ini seringkali hanya tinggal rencana dengan berbagai alasan yang membuat Anda memaafkan diri sendiri. Menyadari hal ini, para ilmuwan sedang mengembangkan obat yang bisa mendorong mereka yang obesitas untuk bergerak.
Hasil tes pada tikus menunjukkan, mengaktifkan hormon pengatur selera makan di otak membuat mereka melakukan aktivitas fisik 2 kali lebih banyak. Meskipun masih diperlukan waktu lebih lama untuk menerapkan obat ini pada manusia, peneliti meyakini penemuan ini sangat berguna bagi penelitian selanjutnya.
Para ilmuwan dari Harvard Medical School di Massachusetts, sedang mengembangkan pil yang mereka harapkan bisa menghancurkan bom waktu obesitas dengan mendorong mereka yang obesitas untuk bergerak. Menurut pakar endokrin Dr Christian Bjorbaek, penemuan ini membuka kesempatan penemuan obat yang bisa memicu keinginan untuk bergerak secara sukarela.
Tikus, terang Bjorbaek, dengan mudahnya mengalami obesitas dan menderita diabetes kronis, serta sangat malas begitu diberikan kekurangan hormon pengatur selera, leptin.
Tetapi, terang dia, kontrol kadar gula darah pada hewan tersebut, yang dipengaruhi oleh diabetes, bisa dikembalikan seperti semula dengan cara mengembalikan sensitivitas leptin terhadap satu sel otak yang dikenal dengan neuron POMC (pro-opiomelanocortin)."Reseptor-reseptor dalam kelompok neuron ini saja cukup untuk melakukan tugas ini," terang Bjorbaek seperti dikutip situs dailymail.
Tikus-tikus tersebut kembali meningkatkan kadar aktivitas mereka meskipun dalam keadaan gemuk. Tikus ini juga mulai mengonsumsi kalori 30% lebih sedikit dan mengalami penurunan berat badan yang cukup besar. Kadar gula darah mreka juga kembali normal hanya dengan mengubah pola makan dan menurunkan berat badan. Tikus ini juga menggandakan aktivitas fisik mereka.
Leptin pertama kali ditemukan 15 tahun lalu dan terkenal karena kemampuannya dalam menurunkan selera makan dan memicu penurunan berat badan. Leptin ini dikenal berperan penting dalam menyeimbangkan energi karena pengaruhnya pada sistem saraf pusat, khususnya dengan bekerja pada area otak yang disebut dengan arcuate nucleus (ARC).
Studi-studi juga telah menemukan peran leptin dalam kontrol gula darah dan tingkat aktivitas, juga efeknya pada ARC. Akan tetapi para ilmuwan masih belum menemukan neuron-neuron mana yang bertanggung jawab dalam hal ini.
Sumber :Mediaindonesia.com

Gizi Seimbang Tubuh Ideal

Hidup sehat tak lepas dari pola makan yang sehat pula. Dengan asupan gizi yang seimbang, tak kurang dan tak lebih, Anda pun akan memiliki tubuh yang ideal.
Tubuh ideal, siapa yang tak menginginkannya. Untuk mendapatkannya, Anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menguruskannya. Cukup dengan asupan gizi yang seimbang, Anda tak perlu khawatir tubuh melar. Gizi seimbang ini dibutuhkan selain untuk kesehatan, juga untuk mengatasi kekurangan dan kelebihan berat badan sehingga membentuk badan yang ideal.
Dokter Gizi Klinik dari Klinik Spesialis Semanggi dr Fiastuti Witjaksono Msc SpGK mengatakan bahwa tubuh yang ideal adalah seseorang yang memiliki jumlah berat badan yang pas, tidak berlebih atau tidak kekurangan berat badan. Selain itu, asupan gizinya seimbang. Ada seseorang yang kurus, tetapi sangat kurang karbohidrat, itu sangat tidak baik untuk tubuh.
"Orang dengan tubuh kurus tapi gizinya tidak mencukupi, sama saja bohong, berarti dia belum bisa dikatakan ideal. Dan orang gendut belum tentu harus berhenti minum susu," tandasnya yang selalu mengingatkan bahwa berat badan ideal adalah seseorang yang dengan jumlah asupan gizinya cukup.
Fiastuti menyebutkan, jumlah angka penderita obesitas di Indonesia selalu naik dari tahun ke tahun. Berdasarkan Sensus Kesehatan Nasional 1989, prevalensi obesitas di perkotaan adalah 1,1 persen, sedangkan di pedesaan 0,7 persen.
Sepuluh tahun kemudian, angka itu meningkat menjadi 5,3 persen di kota dan 4,3 persen di desa. Pada 2004, Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi) menemukan bahwa prevalensi obesitas itu meningkat menjadi 9,16 persen pada pria dan 11,02 persen pada wanita. Bahkan bila dilihat dari ukuran lingkar pinggang, sebanyak 41,2 persen pria mengalami obesitas karena lingkar pinggangnya melebihi 89 cm, sedangkan 53,3 persen wanita mengalami obesitas karena lingkar pinggangnya lebih dari 79 cm.
Hal ini menunjukkan bahwa obesitas merupakan problem serius, yang jumlah penderitanya akan terus meningkat bila masyarakat tidak segera mengubah gaya hidupnya," ucap Fiastuti yang juga berprofesi menjadi staf luar biasa Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Mengubah gaya hidup, dikatakan Fiastuti, bisa dilakukan dengan mengatur pola makan atau mengatur asupan gizi ke dalam tubuh secara seimbang. Tentunya, Anda masih ingat dengan gambar yang diterapkan pada piramida makanan yang mengajarkan tentang konsumsi makanan. Pada gambar itu, jelas diperlihatkan asupan makanan yang baik untuk tubuh. Pola makan yang tidak seimbang dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti obesitas atau penyakit lainnya. Oleh sebab itu, penting sekali menyeimbangkan gizi yang masuk ke tubuh seseorang, dengan konsumsi yang jelas adalah 4 sehat 5 sempurna.
"Komposisi seimbang itu terdiri atas 45-65 persen karbohidrat, 10-25 persen protein dengan perbandingan antara hewani dengan nabati adalah 2:1, selain itu lemak 25-40 persen, dengan tambahan vitamin A, B, C,D, E, K dan Ca," ucap dokter lulusan FKUI ini.
Fiastuti saat menjadi pembicara dalam Lokakarya Media "Pola Makan Gizi Seimbang untuk Atasi Kekurangan dan Kelebihan Berat Badan" yang diadakan Nutrifood di kantor PT Nutrifood Indonesia beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa yang terpenting adalah dengan menerapkan 3J, yaitu jumlah kalori sesuai kebutuhan, jadwal makan yang teratur, dan jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein dan lemak seimbang, di samping nutrisi spesifik yang terpenuhi.
"Rumus makan bisa disederhanakan menjadi tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil untuk setiap harinya," ucap dokter kelahiran 7 Februari 1954 ini. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi, juga bergantung pada aktivitas dan berat badan. Aktivitas yang padat turut memengaruhi jumlah energi yang keluar. "Aktivitas padat harus diimbangi dengan asupan gizinya," pesan Fiastuti.
Kepala Pusat Divisi Penelitian Nutrifood Susana STP PD Eng menjelaskan bahwa selain obesitas, gaya hidup perkotaan juga mengakibatkan terjadinya fenomena TOFI, yaitu thin outside, fat inside. Walaupun bentuk tubuhnya terlihat ideal bahkan kurus, kadar lemak dalam tubuhnya ternyata melebihi normal.
"Oleh sebab itu, kita harus memperhatikan tiga aspek penting untuk memiliki tubuh yang sehat, yaitu konsumsi makanan yang seimbang, olahraga teratur, serta istirahat yang cukup," pesannya dalam acara yang sama.
Istirahat ini menjadi penting karena berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh. Seseorang yang sering begadang atau kurang istirahat, ujar Susana, akan mengalami terganggunya hormon yang bisa menyebabkan nafsu makan meningkat.(Koran SI/Koran SI/tty)

Gigi Berlubang Jadi Penyebab Kista

Jangan remehkan kebersihan gigi. Jika tidak, gigi bisa berlubang. Kalau sudah berlubang, bisa timbul berbagai penyakit. Salah satunya adalah kista. Kista ini bisa membuat wajah tak simetris.

Ada 3 lapisan gigi, yaitu email, dentin, dan pulpa. Email adalah lapisan terluar gigi yang menutupi seluruh mahkota gigi dan merupakan bagian tubuuh yang paling keras. Email dibentuk oleh sel-sel yang disebut ameloblast. Meskipun sangat keras, email rentan terhadap serangan asam, baik langsung dari makanan atau dari hasil metabolisme bakteri yang memfermentasi karbohidrat yang kita makan dan menghasilkan asam.

Dentin adalah struktur penyusun gigi terbesar. Jaringan ini jauh lebih lunak dibandingkan dengan email karena komposisi material organiknya lebih banyak daripada email, yaitu mencapai 20 persen, di mana 85 persen dari material organik tersebut adalah kolagen. Sisanya adalah air sebanyak 10 persen dan material organik 70 persen. Di daerah permukaan mahkota gigi, dentin terletak di bawah email. Tapi di bagian akar dentin ditutupi oleh sementum. Di bagian bawahnya dentin menjadi atap bagi rongga pulpa.

Pulpa adalah rongga yang berisi pembuluh darah dan syaraf. Secara anatomi, jaringan pulpa sangat berhubungan dengan dentin karena dentin menjadi atap bagi rongga pulpa. "Kalau syaraf udah kebuka, banyak kuman yang masuk. Kuman yang masuk ke dalam gigi itulah yang akan tumbuh menjadi daging. Dan itulah polip," terang drg Elsa Adhistry dari Rumah Sakit Royal Taruma, Daan Mogot, Jakarta Barat.

Kista

Gigi yang berlubang tidak disebabkan oleh ulat, seperti yang sering dikira orang. Lubang gigi terjadi akibat pertemuan antara bakteri dan gula. Gula dari sisa makanan menjadi lubang kecil pada email gigi, kita belum merasakan sakit gigi. Lubang kecil itu selanjutnya menjadi celah bagi sisa makanan dan bakteri, sehingga lubang semakin besar dan melubangi dentin. "Rasa linu pada saat makan akan terasa sekali," ungkapnya. Hal ini akan terus terjadi sampai akhirnya akar gigi habis dan hanya tersisa akar gigi.

Sakit gigi tidak boleh dipandang sebelah mata. Jika didiamkan, gigi bisa bengkak dan meradang. Gigi yang berlubang mempermudah masuknya kuman penyakit menuju saluran darah, yang pada gilirannya dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit gigi lainnya. Salah satunya adalah kista.

Kista itu sendiri, menurut drg Elsa, adalah rongga patologis yang biasanya berdinding jaringan ikat dan berisi cairan kental atau semi likuid. Kista dapat berada dalam jaringan lunak ataupun keras seperti tulang. Rongga kista di dalam rongga mulut selalu dibatasi oleh epitel.

Kista periapikal adalah kista yang terbentuk pada ujung apeks atau akar gigi yang jaringan pulpanya sudah nonvital atau mati. Kista ini merupakan lanjutan dari pulpitis atau peradangan pulpa. Dapat terjadi di ujung mana pun dan dapat terjadi pada semua umur. Ukurannya pun berkisar antara 0.5-2cm. Tapi bisa juga lebih. "Kalau kistanya membesar, bisa menyebabkan syaraf oleh kista tersebut," sambungnya.

Kista ini tidak menimbulkan keluhan atau rasa sakit, kecuali yang terinfeksi. Pada pemeriksaan radiografis, kista periapikal memperlihatkan gambaran seperti dental. Granuloma, yaitu lesi radiolusen, terlihat jelas. "Yang membedakan kista periapikal dengan dental granuloma adalah garis putih," imbuhnya.

Perbedaan mendasar adalah adanya epitel yang membatasi rongga kista. Gigi yang bersangkutan dengan kista ini biasanya tanpa gejala atau keluhan. Namun kadang batas ini tidak jelas sehingga diagnosa kista sulit ditegakkan. "Kista terjadi tidak hanya dari makanan. Bisa juga terjadi dari trauma akibat terjatuh," katanya.

Biasanya pasien tidak mengeluhkan adanya nyeri dan tes perkusinya negatif. Karena berhubungan dengan pulpa yang telah mekrosis, stimulasi thermal akan menunjukkan nilai yang negatif. Gambaran kista periapikal ditandai dengan adanya rongga yang berlapiskan epitel jenis nonkeratinizing stratified squamous dengan ketebalan yang bervariasi. Dinding epithelium tersebut dapat sangat proliferatif dan memperlihatkan susunan plexiform.

Secara khas dapat dilihat proses radang dengan ditemukannya banyak sel radang, yaitu sel plasma dan sel limfosit pada dinding kista tersebut. "Biasanya baru dapat terlihat ketika sudah dirontgen dan kelihatan kerusakan pada tulang," tambahnya.

Pengobatan

Kebanyakan kista periapikal ditemukan secara tidak sengaja selama pemeriksaan rutin. Karena merupakan kelanjutan dari nekrosis pulpa, pada pemeriksaan fisik akan didapatkan tes thermal yang negatif dan tes EPT yang negatif. Periapikal terlihat sebagai gambaran radiolusen yang menempel pada apex dari akar gigi.

Pengobatan dilakukan dengan pembersihan di mana semua jaringan gusi yang mati dan karang gigi dibuang. Karena pembersihan ini menimbulkan nyeri, digunakan obat bius lokal. Beberapa hari pertama setelah pembersihan, pasien diharuskan berkumur-kumur dengan larutan hidrogen peroksida (setengah bagian hydrogen peroksida 3 persem dicampur dengan setengah bagian air) beberapa kali dalam sehari.

Selama dua minggu, pasien dapat mengunjungi dokter gigi setiap 1-2 hari. Jika bentuk dan posisi gusi tidak kembali normal, dokter gigi akan melakukan pembedahan untuk kembali membentuk gusi sebagai langkah pencegahan terhadap kekambuhan dan periodontitis.(Genie/Genie/tty)

Resiko Minuman Isotonik

Minuman isotonik kerap dikonsumsi orang untuk menambah stamina. Namun, tahukan Anda bahwa isotonik juga akan berdampak buruk bagi kesehatan bila minuman penambah energi itu mengandung zat kafein.

Demikian hasil penelitian Roland Griffiths sekaligus memperkuat penelitian sebelumnya yang dilakukan Johns Hopkins.Griffiths meneliti 1.253 anak sekolah yang mengonsumsi minuman tersebut untuk meningkatkan stamina mereka. Para partisipan diamati seberapa sering mereka meminum cairan isotonik tersebut. Selain itu, kondisi mereka dipantau dengan pemeriksaan rutin.

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein dalam dosis tinggi akan lebih berpotensi mengalami kerusakan fungsi organ tubuh.Sebelumnya pada 2007, penelitian dilakukan terhadap 496 anak sekolah, 51% anak-anak mengonsumsi sedikitnya satu minuman penambah stamina tersebut dalam seminggu. Hasilnya, 29% dari mereka mengalami keguncangan jiwa. Sebesar 19% lainnya menderita gangguan jantung, seperti detak jantung yang tidak teratur.
Sumber : www.mediaindonesia.com

Bahaya Minuman Bersoda

SIAPA yang tidak suka minum minuman ringan bersoda (berkarbonasi)? Meminum minuman ini saat di tengah terik matahari, rasanya amat menyegarkan. Mendapatkan minuman ini pun mudah, minuman bersoda tersedia di kios penjual rokok, restoran, hingga kafe. Namun tahukah Anda apa bahaya minuman semacam ini bila dikonsumsi secara berlebihan?Minuman ringan berkarbonasi adalah sumber kalori terbesar dalam menu makan orang Amerika, yaitu sekitar 7% dari total pemasukannya.

Bila Anda menambahkan minuman non karbonasi, nilainya meningkat hingga 9%. Bayangkan bila Anda mengambil menu sarapan di restoran junk food, Anda memilih cheese burger dengan minuman cola. Hitung saja berapa kalorinya. Tidak heran bila orang Amerika banyak yang mengalami obesitas dan diabetes.Konsumsi harian sekitar 10-15 sendok teh gula murni artinya hampir sama dengan batasan yang direkomendasikan untuk konsumsi gula dari semua jenis makanan.

Untuk mengatasi ketergantungan pada gula, seringkali orang lalu menggantinya dengan minuman buah, sport drinks, dan es teh.Namun, semua jenis minuman ini ternyata juga mengandung banyak gula, yang juga menambahkan kalori di dalam menu diet kita. Sementara itu, pembuat minuman ringan mengantisipasi kekhawatiran konsumennya tentang gula ini dengan memproduksi versi "diet" dengan embel-embel seperti "sugar-free".

Namun sudahkah langkah ini menyelesaikan masalah kesehatan penikmatnya? Minuman ringan berkarbonasi ternyata tidak hanya bermasalah dengan kandungannya, tetapi bagaimana minuman ini berhasil menggantikan minuman sehat yang biasa kita konsumsi.

Beberapa penelitian menunjukkan, minuman ringan ini merupakan biang keladi dari obesitas, osteoporosis, kerusakan gigi, penyakit jantung, batu ginjal, dan berbagai penyakit lainnya.Imbangi dengan Air PutihSAAT kita mulai memasuki usia matang, kita cenderung memilih jenis minuman lain ketimbang susu. Padahal menurunnya kalsium dapat meningkatkan risiko osteoporosis, penyakit serius yang biasanya makin parah seiring pertambahan usia kita.

Tulang yang sehat dan kuat yang dibangun saat kita masih muda tidak lagi dapat melindungi kita dari kondisi yang mengerikan ini. Mengurangi konsumsi soda dari menu makan atau pergaulan sehari-hari sangat dianjurkan. Karenanya disarankan mengimbangi dengan memperbanyak minum air putih bila Anda belum dapat menghentikan kebiasaan ini.